Kemunafikan dan Tipu Muslihat Tidak Baik Bagi Kita

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 20 Oktober 2017 :

Bacaan Ekaristi : Rm. 4:1-8; Mzm. 32:1-2,5,11; Luk. 12:1-7.

Semoga Allah menganugerahkan kita rahmat kebenaran batin, ketimbang menjalani suatu kehidupan munafik dan tipu muslihat. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 20 Oktober 2017 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.

Merenungkan Bacaan Pertama liturgi hari itu (Rm 4:1-8), Paus Fransiskus menjelaskan bahwa pengampunan Allah selalu diberikan secara bebas dan tidak diperoleh dari apa yang kita lakukan. Karya yang kita lakukan, beliau melanjutkan, adalah tanggapan kita terhadap kasih dan pengampunan Allah yang cuma-cuma, yang mengangkat dosa asal dan yang mengampuni dosa-dosa kita setiap kali kita berpaling kepada-Nya.

Dalam Bacaan Injil (Luk 12:1-7), Paus Fransiskus mengatakan, kita membaca tentang cara lain agar orang-orang mencari pembenaran, dengan mencoba tampil benar dan suci. Mereka adalah orang-orang munafik, beliau berkata, yang hidupnya kotor di dalam, tetapi di luar mereka mencoba tampil saleh dan suci dengan menunjukkan bagaimana mereka berpuasa dan berdoa atau memberi sedekah.

Di dalam hati mereka, kata Paus Fransiskus, tidak ada hakekat, tetapi mereka hidup dengan kecurangan dan kecurangan mereka adalah suatu kehidupan tipu muslihat. Yesus selalu meminta kita untuk jujur di dalam hati kita : itulah sebabnya Ia memberitahu kita untuk berdoa tanpa dilihat orang, menyembunyikan kelemahan yang kita rasakan saat kita berpuasa, dan menyembunyikan sedekah kita, sehingga tangan kiri tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh tangan kanan.

Yesus meminta kita untuk hidup secara jelas, Paus Fransiskus bersikeras, karena kepalsuan dan kemunafikan sangat buruk bagi kita. Dalam mazmur hari ini, beliau berkata, kita meminta Tuhan untuk rahmat kebenaran, dengan mengatakan “Kemudian saya mengakui dosa saya kepada-Mu, kesalahan saya, saya tidak membahasnya”. Kita mengakui kesalahan kita kepada Tuhan dan Ia menghapus dosa dan kesalahan kita.

Kita harus selalu jujur kepada Allah, Paus mengakhiri marilah kita belajar untuk tidak menuduh orang lain, melainkan menuduh diri kita sendiri, tanpa berusaha menyembunyikan dosa-dosa kita dari Tuhan.

 

(Sumber: http://pope-at-mass.blogspot.co.id/)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s