Dipanggil dan diutus untuk menjadi perpanjangan tangan, mulut, kaki, mata Tuhan Yesus

SOMA KKI Keuskupan Tanjung Selor.

soma tanjung selorBertempat di Wisma Emaus Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara lebih kurang 65 orang animator-animatris SEKAMI dari 14 paroki se-Keuskupan Tanjung Selor berkumpul dalam acara School of Missionary Animators  Karya Kepausan Indonesia (SOMA KKI) Keuskupan Tanjung Selor. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12 – 15 Oktober 2017.

Rangkaian acara SOMA  diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Alexander Palino, MSC – Vikjen Keuskupan Tanjung Selor didampingi oleh Direktur Nasional KKI, Pastor Markus Nur Widipranoto, Pr. Seusai acara makan malam, acara dilanjutkan dengan perkenalan dari semua peserta yang datang dan narasumber dari Biro Nasional KKI. Sesi pertama SOMA adalah perkenalan dan  dilanjutkan sharing situasi pendampingan SEKAMI di paroki dan stasi, yang dipandu oleh Sr. Gerarda Untu, DSY selaku Dirdios KKI  Keuskupan Tanjung Selor bersama timnya. “Saya hanya lulus SD, tapi saya senang dan  semangat ikut mendampingi  SEKAMI.  Walaupun anak-anak yang datang hanya 10-15 orang setiap kali pertemuan, saya tetap bersemangat mendampingi.”  Itulah salah satu ungkapan menarik dari  salah satu pendamping di stasi  ketika menceritakan pengalamannya dalam mendampingi SEKAMI.

Dalam pelaksanaan SOMA, setiap sebelum istirahat malam,  dilaksanakan doa Rosario Misioner. Pada malam pertama, semua peserta diperkenalkan doa Rosario Misioner oleh Romo Markus Nur Widipranoto, Pr (Dirnas KKI). Kepada semua peserta dibagikan gelang Rosario Misioner yang selanjutnya digunakan untuk berdoa Rosario Misioner.

Selama 3 hari dalam proses SOMA ini, para peserta diajak untuk lebih banyak mempraktekkan dari teori-teori yang diberikan oleh para narasumber dari Tim Biro Nasional KKI. Materi-materi yang diberikan yakni : Kreativitas Bina Iman Anak;  Gerak dan Lagu;  Alat Peraga dan Kitab Suci; dan Menyusun Bahan Pendampingan SEKAMI. Praktek menyusun modul pendampingan dan simulasi pendampingan SEKAMI dengan bahan yang sudah disusun menjadi prioritas dalam pelatihan SOMA ini.

“Pendampingan bina iman SEKAMI itu merupakan ketrampilan, semakin banyak latihan dan praktek serta terlibat mendampingi anak-anak, maka akan semakin terampil dan berpengalaman… Dalam pendampingan SEKAMI tujuan yang pokok adalah memperkenalkan Yesus kepada anak-anak dan sekaligus membawa anak-anak kepada Yesus.  Maka para animator dan animatris  dipanggil dan diutus untuk menjadi perpanjangan tangan, mulut, kaki, mata Tuhan Yesus sendiri, dalam melayani anak-anak dan remaja. Kita dipanggil menjadi  sahabat Tuhan Yesus, dan menjadi sahabat anak dan remaja.” Demikian diungkapkan oleh Romo Dirnas KKI dalam memberikan motivasi dan rangkuman  pada sesi terakhir SOMA  tentang Pengenalan Serikat KKI dan Spiritualitas SEKAMI.

IMG_0375 - CopyDi akhir SOMA dilaksanakan perayaan Ekaristi  bersama umat di Paroki Katedral. Banyak anak SEKAMI dari stasi dan paroki Katedral yang hadir dan mengikuti perayaan Ekaristi.  Pada bagian akhir perayaan Ekaristi, sebelum ditutup dengan berkat dan perutusan, para peserta SOMA dipanggil maju ke depan dan secara simbolis menerima sertifikat SOMA dan pin SEKAMI dari Dirnas KKI. Selamat bermisi bersama anak-anak SEKAMI bagi para animator-animatris SEKAMI Keuskupan Tanjung Selor. Semoga Tuhan memberkati. Salam misioner.

Anton Toer – BN KKI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s