Mendampingi Remaja menjadi Katolik yang Cerdas, Tangguh dan Misioner di era ‘Kids Zaman Now’

School of Missionary Animators (SOMA) bagi Pendamping Bina Iman Remaja Misioner [SEKAMI] Dekanat I Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Palembang (KKI KAPal) dilaksanakan pada  hari Jumat s.d Sabtu, 17-19 November 2017 di Wismalat Podomoro, Palembang. SOMA diikuti oleh 61 orang pendamping bina iman remaja dari utusan paroki-paroki dan sekolah-sekolah yayasan Katolik di Dekanat I KAPal serta beberapa peserta dari  Tim KKI Regio Sumatra (Tanjungkarang, Medan dan Sibolga).

SOMA hari pertama diawali dengan Misa Pembuka yang dipimpin oleh Pastor Felix Astono Atmaja SCJ (Vikjen KAPal). Sesi pertama dibawakan oleh Romo Elis Handoko SCJ (Direktur Diosesan KKI KAPal) tentang Menyusun Materi Bina Iman Remaja. Romo Elis mengajak para peserta  masuk dalam kelompok yang sudah dibuat oleh panitia. Dari pengalaman yang dimiliki dalam pendampingan bina iman remaja, para peserta diminta untuk menyiapkan materi bina iman berdasarkan satu bahan yang sudah disiapkan. Bahan-bahan yang ada berupa : games, film pendek, bacaan Kitab Suci, dan seputar tren ‘Kids zaman now.’

Pada hari kedua, materi tentang Psikologi Perkembangan Remaja dan Urgensi Pastoral Remaja diberikan oleh Ibu Tan Mariam, dari Biro Nasional KKI.  Remaja adalah masa peralihan dari usia anak-anak menuju usia dewasa. Mengetahui dan mengenali karakteristik remaja menjadi hal yang penting dalam pendampingan bina iman remaja. Perubahan dan perkembangan zaman  berdampak besar  terhadap gaya hidup remaja masa kini. Hal ini menjadi tantangan yang mau tidak mau harus disikapi dalam pendampingan bina iman remaja [SEKAMI]

Pada sesi berikutnya, Romo Elis Handoko SCJ  memberikan materi gambaran tentang dunia siber dan remaja. Dunia internet sudah menjadi keseharian remaja, khususnya aktivitas mereka di media sosial (medsos). Selain memberikan manfaat, internet ataupun medsos memberikan dampak sampingan kepada para remaja. Internet bukan saja alat komunikasi melainkan locus bermisi. Peran pendamping bina iman remaja harus bisa mengarahkan para remaja untuk cerdas dalam ber-medsos. Pendamping perlu juga belajar dan memahami apa itu logika internet, dampak dan peluangnya serta bagaimana ajaran Gereja tentang internet. Selain itu, para pendamping perlu untuk bisa menemukan bahasa-bahasa  dan gaya hidup ‘alay’ remaja sebagai pintu masuk dalam pendampingan dan kemudian bisa membawa dalam terang ajaran-ajaran Katolik.

Dalam SOMA ini tidak ada istirahat siang. Para peserta justru diajak masuk pada materi kreativitas dan latihan menyusun bahan bina remaja yang berkaitan dengan Kitab Suci, Tradisi dan Ajaran Gereja. Materi diberikan oleh Bapak Gatot dan Pastor Alvin dari Komisi Kitab Suci dan Kateketik KAPal. Para peserta diperkenalkan beberapa bentuk dan metode untuk pembahasan materi Kitab Suci, Tradisi dan Ajaran-ajaran Gereja dalam pendampingan bina iman remaja. Bentuk dan metode tersebut yakni :  Bible Camp, Jadi Presenter TV,  Tebak lagu, Tebak gambar, Misteri box dan juga permainan kartu Youcat.

Pada malam hari, diberikan penyampaian materi dari Bapak Antonius Turmudi (Tim Biro Nasional KKI) tentang membuat kreativitas untuk Animasi Misioner dalam bina iman remaja [SEKAMI]. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk menyiapkan dan mempraktekkan (simulasi) satu olahan kreativitas sesuai dengan tema yang ada pada bahan pertemuan yang dibuat. Harapan dengan praktek dan simulasi ini, para pendamping bina iman remaja dalam pendampingan  di paroki/stasi dapat menyiapkan bahan yang disesuaikan dengan situasi dan perkembangan di dunia remaja.

Soma KAPal_2

Di sesi awal hari ketiga SOMA, Romo Elis  memberikan satu materi lagi yakni public speaking. Sebuah materi, apapun isi pesannya, ujung-ujungnya adalah tergantung dari bagaimana menyampaikan kepada audiens.  Peserta diberi latihan dan bekal pengetahuan dalam berbahasa non verbal. Berlatih kepercayaan diri di hadapan publik. Para peserta dibekali pengetahuan tentang teknik dasar komunikasi yang disesuaikan untuk kebutuhan pendampingan. Tujuannya para pendamping bisa mengembangkan komunikasi interpersonal dengan remaja, bercerita, memberi pendampingan dan melatih skill remaja dalam berkomunikasi dan berorganisasi.

Pada bagian akhir SOMA, Romo Markus Nur Widipranoto, Pr (Direktur Nasional / Dirnas KKI) merangkum proses SOMA yang dijalani dengan memberikan materi tentang Arah Pendampingan Bina Iman Remaja. Visi yang hendak dicapai ialah pendampingan yang mengarahkan remaja Katolik untuk hidup dalam Kristus.  Hidup dalam Kristus bagi remaja yakni dengan menjadi remaja Katolik yang cerdas, tangguh dan misioner. Remaja Katolik bisa didampingi dalam bertumbuh kembang imannya, bahkan sampai remaja bisa mempunyai militansi iman. Yakni remaja mampu bersikap iman yang cerdas dan tangguh. Sementara dari aspek misioner, para remaja dapat dibantu dan didampingi dalam  menegaskan identitas  dirinya sebagai remaja Katolik, yakni diutus untuk bersaksi di tengah dunia masa kini. Inilah makna dari hidup dalam Kristus bagi remaja Katolik.

Proses SOMA diakhiri dengan Misa Perutusan yang dipimpin oleh Romo Dirnas KKI bersama dengan para Dirdios KKI Regio Sumatra yang hadir dan terlibat dalam pelaksanaan SOMA. Seusai homili dilaksanakan pengucapan Doa dan Janji Animator-Animatris Misioner oleh seluruh peserta SOMA.

Soma KAPal_3

Anton Toer – Tim BN KKI
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s