Paus Fransiskus Membaptis anak-anak

Pada hari Minggu ini, Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan yang menandakan awal dari karya dan misi Tuhan Yesus mewartakan Kerajaan Allah. Hari ini, bertempat di Kapel Sistin di Vatikan, Paus Fransiskus mempersembahkan Misa Kudus dan menerimakan Sakramen Baptis kepada anak-anak.

26195740_10155608299104930_7224007563115317713_n

Paus Fransiskus berkata dalam Homili kepada para orangtua yang anak-anaknya dibaptis Katolik hari ini: “Kalian membawa anak-anak untuk dibaptis dan ini adalah langkah pertama dari tugas kalian yaitu pewartaan iman. Tapi kita memerlukan Roh Kudus untuk mewartakan iman, sendiri kita tidak mampu. Rahmat dari Roh Kudus yang memampukan kita mewartakan iman, dan untuk inilah kalian membawa anak-anak kalian, agar menerima Roh Kudus, menerima Tritunggal Maha Kudus – Bapa, Putera dan Roh Kudus – yang akan tinggal di dalam hati mereka. Saya hanya ingin menyampaikan satu hal saja tentang kalian: pewartaan iman dapat dilakukan hanya melalui bahasa “dialek”, dalam dialek keluarga, dialek dari ayah dan ibu, dari kakek dan nenek. Setelah itu akan ada para katekis yang mengembangkan pewartaan awal ini, dengan ide-ide, dengan penjelasan…Tapi jangan lupa: ini dilakukan dalam “dialek”, dan jika tidak ada dialek, jika di rumah orangtua tidak saling berkomunikasi dalam bahasa kasih, maka pewartaan itu tidak mudah, tidak akan dapat dilakukan. Tugas kalian adalah mewartakan iman tapi dengan dialek kasih dari rumah kalian, dialek keluarga.”

26229614_10155608298739930_4437178716905325735_n

Paus melanjutkan: “Begitu pula mereka (anak-anak) memiliki “dialek” sendiri, yang membuat kita mendengar dengan baik! Sekarang semua sedang diam, tapi cukup satu mulai bersuara,  kemudian orkestra pun mengikuti! Dialek anak-anak! Dan Yesus menasehati kita untuk menjadi seperti mereka, berbicara seperti mereka. Kita tidak boleh melupakan bahasa anak-anak ini, yang berbicara semampu mereka, tapi ini adalah bahasa yang amat disukai oleh Yesus. Dan dalam doa-doa kalian jadilah sederhana seperti mereka, katakan kepada Yesus apa yang ada dalam hati kalian seperti yang mereka katakan. Sekarang mereka berucap dengan tangisan, ya, seperti yang dilakukan anak-anak. Dialek orangtua yang adalah kasih untuk mewartakan iman, dan dialek anak-anak yang diterima oleh orangtua untuk bertumbuh dalam iman.

Kita lanjutkan upacara ini; dan jika mereka memulai konser, itu karena mereka tidak nyaman, atau mereka kepanasan, atau tidak merasa enak, atau mereka lapar… Jika mereka lapar, berilah susu kepada mereka, tanpa takut, berilah mereka makanan, karena ini pula adalah bahasa kasih.”

(Shirley Hadisandjaja / Sumber: Vatican media)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s